
Cuaca ekstrem dan banjir yang melanda Kota Pekalongan, berdampak pada ketersediaan stok darah di Unit Donor Darah PMI cabang setempat. Akses jalan yang sempat terendam banjir menyebabkan jumlah pendonor menurun, sementara kebutuhan darah di rumah sakit tetap berjalan setiap hari.
Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela UDD PMI Kota Pekalongan, Muhammad Fahmi, mengatakan kebutuhan darah harian rata-rata berada di angka 35 hingga 40 kantong. Namun akibat berkurangnya pendonor, stok darah sempat kosong pada Senin 19 Januari lalu, hingga akhirnya mendapat bantuan dropping dari PMI Kabupaten Pemalang. Saat ini, kondisi stok darah masih berada pada level kritis.
Fahmi menuturkan, untuk mengantisipasi kekurangan stok, pihak PMI mengintensifkan layanan donor darah, melalui mobile unit ke berbagai instansi. Sejumlah lokasi yang disasar antara lain Rumah Sakit Budi Rahayu, Lima Empat Motor, Pendopo Trade Center, SMA IT Assalam Boarding School, hingga beberapa sekolah dan hotel. Golongan darah A dan B menjadi prioritas karena sempat mengalami kekosongan.
Fahmi mengimbau, masyarakat yang kondisi kesehatannya memungkinkan untuk tetap berdonor, seiring akses menuju kantor PMI yang mulai kembali normal. Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem, serta memastikan kondisi tubuh fit sebelum melakukan donor darah., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4872 |
Hits Hari ini |
: | 9823 |
Pengunjung Online |
: | 1 |