
Akurasi data menjadi kunci dalam menentukan arah kebijakan pembangunan. Untuk memastikan data yang dikumpulkan, benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat. Hal ini membuat Badan Pusat Statistik Kota Pekalongan, membekali puluhan petugas lapangan melalui Pelatihan Susenas Maret dan Survei Ekonomi Rumah Tangga Triwulanan atau Seruti Triwulan Satu Tahun 2026.
Pelatihan digelar selama dua hari, 19 hingga 20 Januari 2026, di Hotel Howard Johnson Pekalongan. Kegiatan ini menjadi tahap krusial sebelum petugas diterjunkan langsung ke lapangan.
Ketua Tim Statistik Sosial BPS Kota Pekalongan, Finda Rakhmawati menjelaskan, pelatihan bertujuan menyamakan pemahaman serta meningkatkan ketelitian petugas dalam proses pendataan. Mulai dari pencacahan, pengawasan, hingga pengisian kuesioner Susenas dan Seruti.
Sebanyak 62 petugas mengikuti pelatihan ini, mereka terdiri dari 47 petugas pendataan lapangan dan lima belas petugas pemeriksa lapangan, baik dari pegawai BPS maupun mitra statistik. Proses pelatihan dilakukan bertahap, diawali pembelajaran mandiri secara daring, kemudian dilanjutkan tatap muka.
Usai pelatihan, para petugas dijadwalkan turun ke lapangan mulai akhir Januari 2026. Pendataan akan dilakukan di enam puluh enam wilayah sampel, mencakup pemutakhiran data dan survei rumah tangga.
BPS berharap, hasil Susenas dan Seruti mampu memberikan gambaran objektif, terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Kota Pekalongan. Data inilah yang nantinya menjadi pijakan penting dalam perencanaan, sekaligus evaluasi kebijakan pembangunan daerah., (Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4830 |
Hits Hari ini |
: | 1181 |
Pengunjung Online |
: | 1 |