
Banjir yang melanda wilayah Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, berdampak pada aktivitas pembelajaran di SD Negeri Tirto 1 . Banjir mulai terjadi sejak Sabtu, 17 Januari 2026, dan mencapai kondisi terparah pada Ahad hingga Senin, menyebabkan akses jalan terputus serta rumah guru dan siswa terendam, bahkan hingga satu setengah meter .
Kepala SD Negeri Tirto 1, Sucahyo Wibowo menjelaskan, pada Senin 19 Januari 2026, sekolah menerapkan pembelajaran daring penuh, karena kondisi tidak memungkinkan untuk tatap muka . Seluruh guru kelas dan guru mata pelajaran tetap memberikan tugas kepada siswa kelas 1 hingga 6, melalui ponsel, dengan materi yang disesuaikan kondisi kebencanaan .
Sucahyo mengungkapkan, pembelajaran daring dirancang tidak hanya untuk memenuhi hak belajar siswa, namun juga untuk menjaga keselamatan anak, agar tidak bermain di genangan banjir . Tugas yang diberikan beragam, mulai dari pengamatan lingkungan hingga cerita pengalaman banjir, sesuai kreativitas guru masing-masing .
Sucahyo menegaskan, sekolah tidak memaksakan siswa untuk hadir secara langsung . Prioritas utama adalah keselamatan anak, dengan tetap memastikan proses pembelajaran berjalan meski dalam situasi darurat ., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4922 |
Hits Hari ini |
: | 600 |
Pengunjung Online |
: | 1 |