
Jumlah penyintas banjir di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan kembali dilakukan pendataan oleh tim relawan banjir pada Sabtu, 24 Januari 2026. Pendataan ini mencakup warga yang masih bertahan di rumah maupun yang mengungsi di sejumlah posko. Langkah tersebut diambil setelah terjadi penambahan jumlah pengungsi di Posko Gedung Kopindo dan Posko Mayangan pada Jumat, 23 Januari 2026 sore.
Penambahan pengungsi dipicu oleh jebolnya beberapa tanggul Sungai Sengkarang di sisi timur, yang menyebabkan air masuk ke permukiman warga dan membuat tinggi muka air naik drastis. Kondisi ini sempat menimbulkan kepanikan di sejumlah posko, sehingga petugas memutuskan melakukan evakuasi mandiri sambil menunggu kedatangan BPBD yang saat itu tengah menangani evakuasi di wilayah Galang Pengampon.
Titik awal jebolnya tanggul diketahui berada di wilayah Tegaldowo, tepatnya di sekitar posko perbatasan Karangjompo–Tegaldowo. Warga yang terdampak akhirnya memutuskan untuk mengungsi. Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 01.00 WIB dengan melibatkan BPBD, Polri, TNI, serta relawan. Situasi ini menambah beban kerja tim di lapangan yang harus memastikan keselamatan warga.
Sekitar 500 pengungsi sempat masuk ke Posko Gedung Kopindo sebelum akhirnya didistribusikan ke sejumlah posko lain untuk menghindari penumpukan. Tim relawan banjir, Handono Warih, menyampaikan bahwa pendataan ulang sangat penting agar bantuan logistik dan kebutuhan dasar dapat tersalurkan secara merata kepada seluruh penyintas. (Opix - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4806 |
Hits Hari ini |
: | 1643 |
Pengunjung Online |
: | 1 |