
Kondisi terkini para pengungsi banjir di Desa Mulyorejo, Kabupaten Pekalongan, mulai memprihatinkan. Menurut petugas di Posko Tanggap Darurat, banyak pengungsi mengalami keluhan kesehatan seperti gangguan pencernaan, pernapasan, demam, hingga penyakit kulit berupa gatal-gatal. Keluhan ini dialami baik oleh anak-anak maupun orang dewasa yang masih bertahan di lokasi pengungsian.
Munculnya berbagai penyakit tersebut dipicu oleh sejumlah faktor, di antaranya kurangnya asupan gizi, perubahan pola hidup selama di pengungsian, serta paparan bakteri dan virus yang terbawa air banjir. Kondisi ini semakin diperparah dengan kebiasaan sebagian anak-anak yang masih bermain di genangan air banjir, sehingga membuat mereka lebih rentan terserang penyakit.
Para relawan terus berupaya melakukan penggalangan donasi dan menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, salah satunya dengan RSUD Kajen untuk mendapatkan tambahan stok obat-obatan. Selain obat-obatan, kebutuhan jajanan bergizi seperti biskuit untuk anak-anak juga menjadi perhatian, guna menambah asupan gizi mereka. Relawan bersama tim medis terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan, khususnya bagi anak-anak yang paling rentan.
Namun, ketersediaan obat-obatan masih belum sesuai harapan. Hal ini disebabkan lokasi banjir yang tersebar di beberapa desa, bahkan hampir 90 persen wilayah terdampak, sehingga pembagian waktu dan tenaga medis harus disesuaikan. Tim relawan banjir, Handono Warih, menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi agar penanganan kesehatan pengungsi dapat berjalan lebih optimal meski dengan keterbatasan yang ada. (Opix - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4944 |
Hits Hari ini |
: | 1192 |
Pengunjung Online |
: | 1 |