
Meski angka permohonan dispensasi nikah di Kota Pekalongan terus menurun dalam tiga tahun terakhir, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) tetap aktif melakukan berbagai upaya agar pernikahan dini bisa ditekan lebih jauh. Langkah ini penting untuk menjaga masa depan anak-anak dan mencegah dampak sosial yang ditimbulkan dari pernikahan di usia muda.
Upaya yang dilakukan DPMPPA mencakup dua pendekatan utama, yaitu pencegahan dan penguatan. Pencegahan dilakukan melalui komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat, termasuk penyebaran konten edukatif di media sosial. Tujuannya agar masyarakat, khususnya remaja dan orang tua, memahami risiko pernikahan dini dan pentingnya perencanaan hidup yang matang.
Sementara itu, penguatan dilakukan melalui kegiatan bersama lembaga-lembaga yang berfokus pada anak, seperti sekolah dan Forum Anak Kota Batik (Fantatik). Melalui Fantatik, anak-anak di Kota Pekalongan didorong untuk aktif dalam kegiatan positif, kreatif, dan edukatif, sehingga mereka memiliki ruang tumbuh yang sehat dan jauh dari risiko pernikahan dini.
Kepala DPMPPA Kota Pekalongan, Sriyana, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperluas jangkauan edukasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Ia berharap seluruh elemen masyarakat ikut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. (Ozy - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4802 |
Hits Hari ini |
: | 3539 |
Pengunjung Online |
: | 1 |