
Pekalongan — Kegiatan literasi tak hanya berhenti pada diskusi dan wacana, di Universitas Pekalongan literasi justru menjelma menjadi aksi nyata yang menyentuh langsung dunia pendidikan.
MGMP Bahasa Indonesia Madrasah Aliyah se-Kota Pekalongan bersama Dr. M. Hanif Dhakiri dan Universitas Pekalongan menggelar Workshop Penulisan Puisi dan Bedah Buku, di Gedung F8 Unikal Sabtu 24 Januari 2026. Kegiatan ini menggabungkan penguatan budaya literasi, dengan kepedulian sosial melalui penyaluran beasiswa pendidikan.
Dalam sambutannya Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan, Dr. H. Abdul Wahab, S.Ag. mengungkapkan, kegiatan ini melahirkan penulis-penulis muda dengan pesan damai, moderasi beragama, dan cinta tanah air. Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP Unikal. Susanto, S.S., M.Hum. sebagai bentuk dukungan kampus terhadap penguatan budaya baca dan tulis.
Sebagai keynote speaker, Dr. M. Hanif Dhakiri menekankan peran sastra sebagai sarana membangun kesadaran sosial dan kebangsaan. Menurutnya, generasi muda harus memiliki visi dan misi yang jelas, agar mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa secara bermartabat.
Pada forum ini, Hanif Dhakiri juga secara simbolis juga menyerahkan beasiswa pendidikan, kepada 24 mahasiswa Universitas Pekalongan, melalui program BSI Maslahat. Penyerahan beasiswa didampingi Dekan FKIP dan disambut antusias civitas akademika.
Momen tersebut menegaskan bahwa literasi dan kepedulian sosial berjalan beriringan. Pendidikan tidak hanya berbicara soal pemikiran dan ide, tetapi juga keberpihakan nyata terhadap keberlanjutan belajar mahasiswa.
Sementara itu, workshop penulisan puisi diikuti guru, pelajar, mahasiswa, hingga pegiat literasi. Peserta dibekali proses kreatif penulisan, penguatan diksi, serta keberanian menghadirkan realitas sosial dan nilai kemanusiaan ke dalam karya puisi. Kegiatan ini ditargetkan menghasilkan antologi puisi sebagai luaran nyata.
Selanjutnya workshop dirangkai dengan bedah buku “Studi Filologi-Historis Sumber-Sumber Primer Historiografi Walisanga” karya Dr. KH Ahmad Baso.
Ketua Pelaksana kegiatan, H. Najibul Mahbub, M.Pd. menyebut, kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembentukan karakter dan empati social.
“Kami ingin literasi tidak berhenti pada teks dan diskusi, tetapi juga melahirkan kepedulian, Puisi, buku, dan beasiswa hari ini bertemu dalam satu semangat: memanusiakan manusia,”.
Melalui kolaborasi lintas lembaga ini. diharapkan literasi tidak hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga menghadirkan dampak sosial nyata bagi generasi muda. (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4916 |
Hits Hari ini |
: | 3722 |
Pengunjung Online |
: | 1 |