
Air minum menjadi kebutuhan paling dasar, namun kerap luput dari perhatian. Dinas Kesehatan Kota Pekalongan mengingatkan, kualitas air minum yang dikonsumsi sehari-hari berperan besar dalam menjaga kesehatan keluarga.
Sanitarian Muda Dinas Kesehatan setempat, Maysaroh menjelaskan, air yang tampak jernih belum tentu terbebas dari kuman dan bakteri. Karena itu, warga yang masih mengolah air minum secara mandiri diminta memperhatikan proses perebusan secara tepat.
Menurut Maysaroh, air harus dipertahankan dalam kondisi mendidih selama kurang lebih dua menit, dan tidak langsung dimatikan saat mulai mendidih. Langkah ini penting untuk memastikan mikroorganisme berbahaya benar-benar mati.
Selain pengolahan air, kebersihan peralatan minum juga menjadi perhatian. Teko, galon, dan wadah air minum perlu dicuci setiap kali air habis, sebelum diisi kembali, guna mencegah kontaminasi ulang.
Sementara bagi masyarakat yang menggunakan air minum isi ulang, pihak Dinas Kesehatan mengimbau agar lebih selektif memilih depot. Pastikan depot memiliki Surat Laik Higiene Sanitasi, serta rutin melakukan uji kualitas air di Laboratorium Kesehatan Daerah.
Dengan kebiasaan sederhana namun konsisten ini, Maysaroh berharap, masyarakat dapat terhindar dari penyakit yang bersumber dari air minum tidak aman, sekaligus menjaga kesehatan keluarga secara berkelanjutan., (Adam – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4806 |
Hits Hari ini |
: | 105 |
Pengunjung Online |
: | 1 |