
Cuaca ekstrem yang masih kerap terjadi, berdampak langsung pada produksi durian di Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Akibatnya, Festival Durian Lolong yang selama ini rutin digelar setiap tahun, dipastikan tidak dilaksanakan pada tahun 2026.
Kepala Desa Lolong, Soleh Udin kepada Radio Kota Batik menjelaskan, keputusan ini diambil setelah adanya kesepakatan bersama, antara petani durian dan tokoh masyarakat.
Hujan dengan intensitas tinggi dinilai membuat hasil panen menurun drastis, sehingga festival dikhawatirkan tidak mampu memenuhi ekspektasi pengunjung. Jika pada musim sebelumnya, produksi durian Lolong bisa mencapai sekitar 80 persen, tahun ini hasil panen diperkirakan tidak sampai 40 persen.
Menurut Soleh Udin, penurunan produksi terjadi hampir merata, di sejumlah blok penghasil durian, seperti Murodo, Sigarung, dan Talun. Kondisi serupa juga dialami petani duren di wilayah Doro.
Soleh Udin menegaskan, jika festival tetap dipaksakan digelar, dikhawatirkan justru akan mengecewakan masyarakat dan wisatawan yang datang. Meski produksi durian menurun, para petani tetap berupaya bertahan. Promosi durian Lolong terus dilakukan melalui media sosial, sebagai langkah menjaga perputaran ekonomi warga.
Di tengah keterbatasan hasil panen, petani duren di desa Lolong, tetap berkomitmen menjaga kualitas durian Lolong yang dipasarkan, agar kepercayaan konsumen tetap terjaga., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4966 |
Hits Hari ini |
: | 2870 |
Pengunjung Online |
: | 1 |