
Persoalan sampah yang selama ini menjadi pekerjaan rumah di wilayah Pekalongan Raya, kini mulai menemukan arah baru. Bukan sekadar dibuang atau ditimbun, sampah justru disiapkan menjadi sumber energi listrik.
Empat pemerintah daerah, yakni Pemkot Pekalongan, Pemkab Pekalongan, Pemkab Pemalang dan Pemkab Batang, resmi menyatukan langkah melalui proyek Waste to Energy, pengolahan sampah menjadi listrik dengan skema kerja sama jangka panjang.
Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman, yang digelar di Hotel Aston Pekalongan. Pada Selasa malam, 27 Januari 2026. Penandatanganan turut disaksikan para kepala daerah serta perwakilan investor asal Tiongkok.
Wali Kota Achmad Afzan Arslan Djunaid menegaskan, kerja sama lintas daerah ini menjadi kunci dalam menghadapi keterbatasan anggaran, dan kompleksitas persoalan sampah.
Menurut Wali Kota Aaf, jika sampah ditangani oleh daerah sendiri-sendiri, maka persoalan sampah akan semakin sulit diselesaikan secara menyeluruh.
Melalui proyek ini, sampah dari empat wilayah akan dikonversi menjadi energi listrik, dengan target realisasi dimulai pada tahun 2026. Selain menekan volume sampah dan risiko pencemaran lingkungan. Proyek ini diharapkan mampu menghadirkan sumber energi baru, yang berkelanjutan serta memberi nilai tambah ekonomi bagi kawasan Pekalongan Raya., (Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4918 |
Hits Hari ini |
: | 286 |
Pengunjung Online |
: | 1 |