
Upaya memutus rantai penularan penyakit Tuberkulosis terus diperkuat di Kota Pekalongan. Mentari Sehat Indonesia (MSI) setempat bersama Dinas Kesehatan, menggelar skrining TBC melalui metode active case finding, dengan menyasar kontak serumah pasien TBC, yang dipusatkan di Puskesmas Pekalongan Selatan, 27 Januari 2026.
Ketua MSI Kota Pekalongan, Ira Septiawati menjelaskan, kegiatan ini berlangsung selama empat hari, 27 hingga 30 Januari 2026, dan dilaksanakan serentak di empat puskesmas, yakni Pekalongan Selatan, Puskesmas Medono, Puskesmas Bendan, dan Puskesmas Tirto.
Menurut Ira Setiawati, skrining meliputi pemeriksaan dahak, pemeriksaan klinis, hingga tes darah, yang selanjutnya dianalisis di laboratorium.
Sasaran kegiatan diambil dari data Sistem Informasi Tuberkulosis, khususnya pasien TBC bakteriologis tahun 2025, dengan total 347 orang kontak serumah se-Kota Pekalongan. Kontak serumah dinilai sebagai kelompok paling rentan karena penularan TBC terjadi melalui udara.
Epidemiolog Dinkes setempat, Opick Taufik menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menemukan kasus lebih dini guna mendukung target eliminasi TBC nasional tahun 2030, serta target Provinsi Jawa Tengah yang menargetkan eliminasi pada 2028.. (Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4954 |
Hits Hari ini |
: | 898 |
Pengunjung Online |
: | 1 |