
Dinas Kesehatan Kota Pekalongan mencatat terjadinya lonjakan temuan kasus penyakit kusta, mencapai 33 kasus sepanjang tahun 2025 lalu. Tingginya angka tersebut, ditemukan melalui aksi screening Grebek Kusta pada akhir tahun kemarin, yang menempatkan Kota Pekalongan berada di peringkat kedua kasus terbanyak di Jawa Tengah setelah Kabupaten Brebes.
Kabid Kesehatan Masyarakat, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes setempat, dokter Dita Rasnasuri menjelaskan, tingginya temuan tersebut justru merupakan keberhasilan petugas dalam mendeteksi penderita yang sebelumnya tidak terdata.
Memasuki Januari 2026, yang juga bertepatan dengan momen Hari Kusta Sedunia, Dinkes mengimbau masyarakat Kota Batik untuk lebih waspada, mengingat kondisi lingkungan yang becek dan kotor akibat banjir, yang dapat mempercepat risiko penularan kusta.
Dokter Dita menambahkan, meskipun screening massal lebih mudah dilakukan saat cuaca kering, pemantauan terhadap pasien yang sedang menjalani pengobatan, tetap menjadi prioritas utama di tengah cuaca ekstrem saat ini.
Langkah ini diambil guna mencegah terjadinya kecacatan pada pasien, serta mendukung target eliminasi kusta nasional pada tahun 2030 mendatang., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4812 |
Hits Hari ini |
: | 614 |
Pengunjung Online |
: | 1 |