
Jumlah pengungsi banjir di Kota Pekalongan terus mengalami penurunan, berdasarkan data yang dihimpun BPBD,hingga pukul 10 pagi Kamis, 29 Januari 2026. tercatat sekitar 500 warga masih bertahan di delapan titik pengungsian.
Kepada Radio Kota Batik, Kepala Pelaksana BPBD setempat, Budi Suheryanto menjelaskan, penurunan ini cukup signifikan dibandingkan kondisi awal banjir, yang terjadi sejak 17 Januari 2026. Dimana saat itu jumlah pengungsi mencapai lebih dari dua ribu orang.
Namun demikian. banjir belum sepenuhnya surut, Sejumlah wilayah masih tergenang cukup tinggi. sehingga aktivitas warga terdampak, termasuk pengambilan bantuan logistik, masih menghadapi kendala.
Menurut Budi Suheryanto, wilayah dengan genangan terparah berada di belakang Markas Polisi Militer Pekalongan, yang berada di Jalan Gajah Mada Barat, Kelurahan Tirto. Ditambah dengan jebolnya tanggul pada Rabu malam sekitar pukul 22.00 WIB, dengan ketinggian air mencapai lima puluh sentimeter.
Genangan juga masih terlihat di Kelurahan Bandengan, dengan ketinggian air sekitar tiga puluh hingga empat puluh sentimeter. serta di Kelurahan Klego. khususnya kawasan Truntum dan Seruni, dengan kondisi serupa.
Sementara itu, wilayah Pasirsari menjadi daerah terdampak paling akhir, karena aliran air bergerak ke arah utara. Ketinggian air di wilayah ini bervariasi, sntara tiga puluh hingga lima puluh sentimeter.
Budi menambahkan, meski jumlah pengungsi menurun, sebagian warga masih harus berjalan kaki. saat mengambil bantuan logistik menuju kantor BPBD Kota Pekalongan , karena akses jalan yang belum sepenuhnya aman.
Sampai dengan saat ini Pemerintah Kota Pekalongan, masih menetapkan status tanggap bencana banjir, yang berlaku hingga 30 Januari 2026. Pihak BPBD juga terus memantau perkembangan genangan di wilayah terdampak., (Opik – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4923 |
Hits Hari ini |
: | 1678 |
Pengunjung Online |
: | 1 |