
Pasca jebolnya tanggul pada Rabu dini hari, 28 Januari 2026. Membuat air sungai sempat masuk ke permukiman warga di Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, khususnya di Gang 1, Gang 5, dan Gang 7.
Kondisi ini dipicu curah hujan yang masih tinggi, serta cuaca yang belum stabil dalam beberapa hari terakhir. Potensi hujan akan turun kembali masih besar, ditambah ancaman air pasang atau rob pada sore hingga malam hari, hal ini menjadi faktor yang dapat memperburuk situasi.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, meski hujan sempat reda dan matahari muncul, risiko hujan lanjutan masih perlu diantisipasi, karena intensitas hujan sejak kemarin masih berlangsung hingga pagi hari.
Wali Kota Aaf memastikan, penanganan tanggul jebol telah dilakukan, sejak malam hingga dini hari, dan pada pagi hari, tanggul darurat telah terpasang, serta terus dipantau secara berkala.
Pemkot Pekalongan juga mengimbau masyarakat, terutama yang bermukim di bantaran Sungai Bremi, untuk tetap waspada, dan mengikuti arahan petugas jika terjadi peningkatan debit air.
Saat ini, status tanggap bencana banjir masih diberlakukan, hingga 31 Januari 2026. Pemkot terus mencermati perkembangan cuaca, berdasarkan prakiraan BMKG, serta membuka peluang perpanjangan masa tanggap darurat, sesuai kondisi di lapangan., (Adam – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4922 |
Hits Hari ini |
: | 723 |
Pengunjung Online |
: | 1 |