
Masalah sampah di Pekalongan Raya kini diarahkan menjadi peluang energi. Bukan lagi sekadar rencana, pengolahan sampah menjadi listrik atau Waste to Energy, mulai dipersiapkan secara serius, dengan nilai investasi menembus lebih dari satu triliun rupiah.
Staf Khusus Menteri Lingkungan Hidup RI, Erwin Izharuddin mengatakan, seluruh pendanaan proyek ini berasal dari investor swasta, melalui skema Build Operate and Transfer. Sementara pemerintah daerah berperan menyediakan lahan, serta menjamin pasokan sampah minimal seribu ton per hari, dari empat daerah di Pekalongan Raya.
Fasilitas pengolahan sampah rencananya dibangun di Kabupaten Pekalongan, dengan kapasitas produksi listrik mencapai lima belas hingga dua puluh megawatt. Energi yang dihasilkan nantinya akan dibagi secara proporsional, sesuai kontribusi sampah masing-masing daerah.
Erwin menambahkan, proyek ini dirancang beroperasi selama dua puluh lima hingga tiga puluh tahun. sebelum aset sepenuhnya dialihkan kepada pemerintah daerah, termasuk alih teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal.
Melalui proyek ini, Pekalongan Raya diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan sampah, tetapi juga melangkah menuju kemandirian energi, dengan sumber listrik yang lebih bersih dan berkelanjutan., (Adam – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4917 |
Hits Hari ini |
: | 37 |
Pengunjung Online |
: | 1 |