
Banjir di Kota Pekalongan masih belum sepenuhnya surut, dan masih dalam status tanggap darurat telah diberlakukan sejak 17 Januari, dan akan berakhir pada 30 Januari 2026. Pemerintah Kota Pekalongan mulai mengkaji, langkah lanjutan penanganan bencana.
Evaluasi akan dibahas dalam rapat lintas instansi, pada Kamis, 29 Januari 2026, menyusul masih adanya genangan banjir, di sejumlah wilayah kota.
Keada Radio Kota Batik, Kepala Pelaksana BPBD setempat, Budi Suheryanto menjelaskan, kondisi diperparah dengan jebolnya tanggul, pada Rabu malam, 28 Januari 2026, yang menambah luas wilayah terdampak.
Saat ini, BPBD memprioritaskan evakuasi warga di kawasan rawan, Sedangkan Dinas Sosial menyiapkan makanan siap saji dan dapur umum. Sementara Dinas Kesehatan mengawal kondisi kesehatan pengungsi.
BPBD juga menyalurkan bantuan logistik, kepada warga yang bertahan di rumah. Sedangkan penanganan tanggul jebol, ditangani oleh DPUPR Kota Pekalongan bersama Pusdataru Provinsi Jawa Tengah.
Seluruh unsur terus bersinergi, untuk memastikan penanganan banjir berjalan optimal, dan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi., ( Opik – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4919 |
Hits Hari ini |
: | 3519 |
Pengunjung Online |
: | 1 |