
Banjir besar yang melanda Kota Pekalongan sejak pertengahan Januari 2026 telah memaksa ribuan warga mengungsi ke tempat aman. Bencana ini tidak hanya menjadi perhatian pemerintah, tetapi juga mengundang kepedulian dari berbagai komunitas dan masyarakat. Berbagai pihak bergotong royong untuk membantu penanggulangan hingga pemulihan pasca banjir, menunjukkan semangat kebersamaan warga Pekalongan dalam menghadapi musibah.
Salah satu bentuk kepedulian datang dari Unit Bantu Pertolongan Pramuka (Ubaloka) Kwartir Cabang Kota Pekalongan. Tim yang terdiri dari anggota Pramuka Penegak dan Pandega ini terjun langsung ke lapangan, bergabung bersama BPBD dalam proses evakuasi warga terdampak di sejumlah titik banjir. Kehadiran mereka membantu mempercepat proses penyelamatan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang harus meninggalkan rumahnya.
Selain evakuasi, Ubaloka juga aktif mendukung dapur umum bersama Dinas Sosial Kota Pekalongan. Para anggota dibagi menjadi tiga shift setiap hari, dengan lima hingga tujuh anggota per shift, untuk memastikan kebutuhan makanan warga pengungsi tetap terpenuhi. Kehadiran Pramuka di dapur umum menjadi bukti nyata bahwa mereka tidak hanya hadir saat evakuasi, tetapi juga berkomitmen dalam pemulihan kondisi warga.
Sekretaris Kwarcab Pramuka Kota Pekalongan, Amhar Azet, menegaskan bahwa keterlibatan Pramuka dalam penanganan bencana merupakan bagian dari kode kehormatan dan nilai dasar pendidikan kepramukaan. Tidak hanya Ubaloka, unsur Pramuka lain seperti Dewan Ambalan dan Dewan Saka juga ikut serta membantu masyarakat. Dengan semangat gotong royong, Pramuka Pekalongan menunjukkan bahwa setiap peran, sekecil apa pun, sangat berarti bagi masyarakat yang sedang berjuang menghadapi bencana. (Opix - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 2 |
Total Pengunjung |
: | 4925 |
Hits Hari ini |
: | 4512 |
Pengunjung Online |
: | 2 |