
Di tengah kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut, Pemerintah Kota Pekalongan terus berupaya memastikan kebutuhan para pengungsi tetap terpenuhi. Mulai dari logistik pangan hingga layanan kesehatan disiapkan secara berkelanjutan agar warga terdampak tetap mendapatkan dukungan yang memadai. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketahanan warga selama masa tanggap darurat berlangsung.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial P2KB untuk memenuhi kebutuhan khusus pengungsi. Susu formula bagi anak-anak, kebutuhan lansia, hingga layanan kesehatan dari puskesmas menjadi prioritas. Monitoring kesehatan juga dilakukan secara rutin, termasuk pemberian obat-obatan bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat banjir.
Status tanggap darurat bencana diperpanjang hingga 13 Februari 2026. Dalam periode ini, pemerintah terus mengoptimalkan penanganan banjir, terutama dalam hal dukungan logistik. Bantuan dari Badan Pangan Nasional melalui Bulog Cabang Tegal berupa 13 ton beras telah disalurkan, dan peluang penambahan bantuan juga dibuka untuk memastikan kebutuhan warga terdampak tetap tercukupi.
Wali Kota menambahkan bahwa bantuan logistik tidak hanya disalurkan ke lokasi pengungsian, tetapi juga ke dapur umum swadaya warga di daerah terdampak yang memilih bertahan di rumah. Dengan langkah ini, pemerintah memastikan seluruh kebutuhan warga, baik yang mengungsi maupun yang tetap tinggal di lingkungan terdampak, tetap terpenuhi hingga kondisi kembali normal. (Adam - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4966 |
Hits Hari ini |
: | 2627 |
Pengunjung Online |
: | 1 |