
Banjir pesisir atau rob kembali melanda wilayah Pantura pada Februari 2026 ini. Tidak seperti biasanya yang hanya terjadi sekali dalam sebulan, kali ini rob muncul hingga tiga kali, yakni pada awal, tengah, dan akhir bulan. Periode pertama berlangsung 1–4 Februari, kemudian berulang pada 11–18 Februari, dan kembali terjadi pada 26–28 Februari. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran warga pesisir karena intensitasnya lebih sering dari biasanya.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, Sediyanto, menjelaskan bahwa potensi rob muncul pada sore hingga malam hari. Gelombang pasang bisa terjadi mulai pukul 18.00–19.00 WIB, bahkan bertahan hingga 23.00 WIB. Waktu kejadian berbeda-beda di tiap daerah, namun secara umum meliputi wilayah Pekalongan hingga Kendal, Semarang hingga Demak, serta Pati hingga Rembang.
Ketinggian rob di setiap wilayah tidak sama, karena dipengaruhi oleh angin baratan yang memperbesar tinggi gelombang laut. Selain itu, faktor astronomis berupa interaksi bumi dan bulan juga berperan. Saat fase purnama, ketinggian air laut meningkat sehingga memperbesar potensi rob. Kondisi ini membuat masyarakat pesisir perlu lebih waspada, terutama pada periode yang bertepatan dengan bulan penuh.
Sediyanto menambahkan, masyarakat diharapkan tetap siaga menghadapi rob yang berulang kali terjadi. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diminta memperkuat sistem peringatan dini dan mempersiapkan langkah mitigasi. Dengan kewaspadaan bersama, dampak rob yang mengganggu aktivitas warga pesisir dapat diminimalkan, sehingga keselamatan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga. (Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4800 |
Hits Hari ini |
: | 2891 |
Pengunjung Online |
: | 1 |