
Upaya mengantisipasi terjadinya kembali banjir, membuat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau DPUPR Kota Pekalongan, masih mengoptimalkan pengoperasian stasiun pompa air di sepanjang Sungai Bremi dan Meduri.
Kepala DPUPR setempat, Khaerudin menjelaskan, terdapat 14 stasiun pompa yang tersebar di dua aliran sungai tersebut. Untuk memastikan seluruh pompa bekerja maksimal, pihak DPUPR menyiagakan 31 tenaga khusus yang bertugas langsung di lapangan.
Jika sebelumnya petugas oeprasional pompa hanya bekerja dalam dua shift, dengan masing-masing selama delapan jam. Kini pihak DPUPR sudah menambah satu shift ekstra, dengan penambahan ini, operasional pompa bisa berlangsung selama 24 jam penuh, tanpa jeda.
Langkah ini menjadi bagian dari kesiapsiagaan Pemkot Pekalongan, dalam menghadapi potensi banjir susulan maupun limpasan air sungai,yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih turun hujan.
Meski demikian, DPUPR juga mengakui adanya kendala teknis di lapangan. Pada kondisi tertentu, seperti limpasan air sungai yang tinggi, atau tanggul yang mengalami kerusakan, kinerja stasiun pompa tidak dapat berjalan secara maksimal.
Namun demikian, DPUPR memastikan petugas tetap bersiaga penuh, dan melakukan pemantauan intensif, demi meminimalkan dampak banjir dan menjaga keselamatan warga sekitar Sungai Bremi dan Meduri., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4827 |
Hits Hari ini |
: | 980 |
Pengunjung Online |
: | 1 |