
Kampung Bugisan yang dulunya kumuh dan terendam rob selama 8 tahun, kini mulai beralih menjadi kampung mandiri pangan. Keberhasilan berkat adanya penataan lingkungan melalui Konsolidasi Tanah, tidak hanya membebaskan ratusan rumah dari banjir, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga melalui optimalisasi lahan.
Kepada Radio Kota Batik, Ketua RW Bugisan, Slamet Mulyono menyatakan, setelah infrastruktur tertata, warga kini fokus pada program Reforma Agraria, dengan memanfaatkan setiap sudut lahan kosong.
Menurut Slamet, saat ini, tiga titik kolam budidaya ikan lele dan nila telah berjalan di RT 2, 4, dan 5. Tidak hanya itu, gerakan penghijauan juga dilakukan secara massif, di setiap teras rumah warga dengan tanaman sayur-sayuran, untuk kebutuhan dapur sehari-hari.
Slamet menegaskan, hasil dari budidaya ikan dan sayuran ini sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh warga untuk konsumsi rumah tangga. Dengan dukungan bibit dari pemerintah dan pengelolaan berbasis RT, Kampung Bugisan kini membuktikan wilayah pesisir yang dulunya terisolasi bencana, dapat bangkit menjadi kawasan produktif, yang mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri dan berkelanjutan., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4917 |
Hits Hari ini |
: | 516 |
Pengunjung Online |
: | 1 |