
Pasca keberhasilan penataan melalui program Konsolidasi Tanah dan DAK Integrasi, tantangan utama warga Kampung Bugisan kini beralih pada pemeliharaan aset lingkungan.
Para pengurus lingkungan setempat kini gencar melakukan edukasi kepada warga, termasuk anak-anak, untuk tidak membuang sampah sembarangan guna menjaga kinerja sistem drainase.
Ketua RT 4 Bugisan, Rukyatno menegaskan, keberadaan mesin pompa merupakan jantung pertahanan kampung dari ancaman banjir. Jika saluran tersumbat sampah dan pompa mengalami kerusakan, maka kawasan tersebut berisiko kembali terendam. Untuk itu, pengelolaan sampah kini dilakukan secara mandiri melalui TPS 3R.
Rukyatno merasa bersyukur karena saat ini Bugisan, tidak lagi dipandang sebelah mata, setelah berhasil keluar dari status kawasan kumuh.
Rukyanto juga berharap keberhasilan penataan di Kampung Bugisan, dapat diadopsi dan berkesinambungan di wilayah lain seperti Bremi dan Meduri, guna mewujudkan Kota Pekalongan yang benar-benar bebas dari permukiman kumuh., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4827 |
Hits Hari ini |
: | 980 |
Pengunjung Online |
: | 1 |