
Tidak hanya fokus pada pembekalan calon pengantin saja, Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan atau BP4 Kota Pekalongan, juga menjadi garda terdepan dalam menangani konflik rumah tangga. Melalui layanan konsultasi dan mediasi, BP4 berupaya memperbaiki hubungan keluarga yang bermasalah, agar kembali harmonis dan urung melakukan perceraian.
Koordinator Staf BP4 setempat, Syafi'ul Hasan menyebutkan, layanan mediasi dibuka setiap hari kerja dengan melibatkan tenaga konselor dan mediator profesional.
Berdasarkan nota kesepahaman dengan Pengadilan Agama, setiap pasangan yang akan mengajukan gugatan cerai, diharapkan melakukan proses pembinaan terlebih dahulu di BP4. Surat rekomendasi untuk sidang hanya akan dikeluarkan, jika upaya perdamaian telah maksimal dilakukan namun tidak membuahkan hasil.
Hasan menjelaskan,pada tahun 2026 ini, BP4 juga mulai merambah sosialisasi ke kelompok masyarakat, seperti organisasi Muslimat, untuk memberikan edukasi mengenai pembentukan keluarga sakinah.
Hasan menambahkan, dengan penguatan edukasi sejak dini dan mediasi yang tepat, diharapkan ketahanan keluarga di Kota Pekalongan, dapat semakin kokoh, di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4937 |
Hits Hari ini |
: | 2002 |
Pengunjung Online |
: | 1 |