
Pekalongan Ballon Festival kembali hadir sebagai salah satu agenda budaya unggulan Kota Pekalongan pada tahun 2026. Festival balon udara khas Kota Batik ini akan diawali dengan babak penyisihan di empat kecamatan. Dari setiap titik penyisihan, tujuh tim terbaik akan dipilih untuk melaju ke tingkat kota, sehingga kompetisi berlangsung lebih ketat dan meriah.
Kepala Bidang Pariwisata Dinparbudpora Kota Pekalongan, Retno Purnomo, menyampaikan bahwa babak seleksi akan digelar selama dua hari, yakni pada 23 hingga 24 Maret 2026. Pada 23 Maret, penyisihan akan berlangsung di Lapangan Setono dan Lapangan Peturen. Sementara itu, pada 24 Maret seleksi berlanjut di Lapangan Sokoduwet. Untuk wilayah Pekalongan Utara, lokasi pelaksanaan masih dalam tahap penentuan karena mempertimbangkan kondisi angin yang sempat mengganggu jalannya festival tahun sebelumnya.
Peserta yang lolos dari tingkat kecamatan akan kembali berkompetisi di tingkat kota. Jadwal final Pekalongan Ballon Festival 2026 akan menyesuaikan dengan penetapan Hari Raya Idul Fitri oleh pemerintah pusat. Dengan sistem seleksi bertahap ini, penyelenggara berharap festival dapat berjalan lebih tertib sekaligus memberi kesempatan bagi tim terbaik untuk tampil di panggung utama.
Festival balon udara ini bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga simbol kebanggaan masyarakat Pekalongan. Tradisi menerbangkan balon dengan kreatifitas unik menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkuat identitas Kota Batik. Dengan konsep seleksi yang lebih matang, Pekalongan Ballon Festival 2026 diharapkan mampu menghadirkan suasana meriah, aman, dan tetap menjaga nilai budaya yang diwariskan turun-temurun. (Opix - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4802 |
Hits Hari ini |
: | 528 |
Pengunjung Online |
: | 1 |