
Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Kota Pekalongan diprediksi akan berlangsung sangat berkesan. Tahun ini, perayaan Imlek bertepatan dengan bulan suci Ramadan, sehingga menghadirkan suasana unik di Kota Batik. Dua momentum besar yang berjalan beriringan diharapkan menjadi simbol kuatnya toleransi dan kerukunan antarumat beragama, sekaligus memperkuat citra Pekalongan sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman.
David Wijaya, pemuda Klenteng Po An Thian, mengungkapkan bahwa nuansa kebersamaan terasa lebih kental dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, umat Tionghoa dan Muslim sama-sama merayakan hari besar dengan penuh kebahagiaan. Kehadiran Tahun Shio Kuda yang melambangkan karakter gesit, kuat, dan pekerja keras semakin menambah semangat warga untuk tetap produktif dan cekatan, meski berada dalam suasana ibadah puasa.
Selain itu, kemeriahan Imlek di Pekalongan akan semakin semarak dengan atraksi Barongsai yang direncanakan tampil pada puncak perayaan Cap Go Meh, empat belas hari setelah Tahun Baru Imlek. Pertunjukan ini menjadi salah satu daya tarik utama yang selalu dinantikan masyarakat, sekaligus memperkuat identitas budaya Tionghoa di tengah kehidupan multikultural kota.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat berharap semangat keberagaman di Pekalongan semakin kokoh. Perayaan Imlek yang beriringan dengan Ramadan diyakini akan membawa keberuntungan, keharmonisan, dan kebahagiaan bagi seluruh lapisan masyarakat. Pekalongan pun kembali menunjukkan dirinya sebagai kota yang mampu merajut tradisi, budaya, dan nilai spiritual dalam satu harmoni. (Anto - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4802 |
Hits Hari ini |
: | 105 |
Pengunjung Online |
: | 1 |