
Dalam rangka memeriahkan tradisi Syawalan sekaligus menyambut hari jadi ke-120 Kota Pekalongan, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan kembali menggelar Pekalongan Ballon Festival. Acara tahunan ini selalu menjadi daya tarik masyarakat karena menghadirkan semarak balon udara yang penuh warna dan sarat makna budaya.
Pada tahun ini, festival mengusung tema “Jaga Langit, Jaga Tradisi, Jaga Kota”. Tema tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melestarikan tradisi balon udara khas Pekalongan, namun tetap mengutamakan keselamatan. Dinparbudpora menekankan pentingnya mencegah penerbangan balon liar, terutama yang menggunakan petasan, karena berpotensi membahayakan masyarakat dan lingkungan sekitar.
Selain menjaga kelestarian budaya, kegiatan ini juga bertujuan melindungi aset kota serta keselamatan warga. Balon udara yang tidak terkendali sering menimbulkan risiko, sehingga festival resmi ini menjadi wadah aman dan terorganisir bagi masyarakat untuk tetap menikmati tradisi tanpa mengurangi nilai kebersamaan dan kreativitas.
Dalam mekanisme pelaksanaannya, peserta atau tim tidak dibatasi berdasarkan kecamatan asal. Seluruh tim akan dikumpulkan terlebih dahulu, kemudian diundi untuk menentukan lokasi kecamatan tempat mereka mengikuti seleksi. Pola ini diterapkan sebagai bentuk pemerataan, mengingat tidak semua kecamatan memiliki tim yang ikut serta. Kepala Bidang Pariwisata Dinparbudpora Kota Pekalongan, Retno Purnomo, menegaskan bahwa sistem ini diharapkan mampu menjaga semangat kebersamaan sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam melestarikan tradisi balon udara. (Opix - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4921 |
Hits Hari ini |
: | 2516 |
Pengunjung Online |
: | 1 |