
Kota Pekalongan kembali mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah kegiatan akademik berskala internasional. Dalam agenda Pengabdian Masyarakat Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, akademisi dan mahasiswa dari tiga belas negara hadir untuk melakukan kajian hukum di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Sabtu, 21 Februari 2026. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, yang menegaskan bahwa momentum ini menjadi kebanggaan bagi Kota Batik.
Dalam sambutannya, Balgis menyampaikan rasa terhormat karena Kota Pekalongan dipilih sebagai lokasi studi perbandingan hukum pertanahan lintas negara. Ia menekankan bahwa isu pembaharuan hukum terkait Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sangat relevan dengan kebutuhan daerah. Menurutnya, kepastian hukum dalam bidang pertanahan akan memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menarik minat investor untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Balgis berharap masukan dari para pakar hukum internasional dapat menjadi rekomendasi konstruktif bagi Pemerintah Kota Pekalongan. Dengan adanya perspektif global, regulasi pertanahan diharapkan lebih berkeadilan dan mampu menjawab tantangan lokal. Ia menilai, diskusi lintas negara ini bukan hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dalam merumuskan kebijakan publik yang lebih adaptif.
Lebih lanjut, Balgis menegaskan bahwa kolaborasi dengan dunia akademik merupakan kunci agar kebijakan daerah memiliki landasan riset yang kuat. Melalui forum ilmiah ini, ia optimistis akan lahir inovasi dalam tata kelola hukum perjanjian jual beli tanah. Inovasi tersebut diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan sekaligus meningkatkan pendapatan daerah, sehingga Pekalongan dapat terus berkembang sebagai kota yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional. (Anto - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4882 |
Hits Hari ini |
: | 1558 |
Pengunjung Online |
: | 1 |