
Keberangkatan calon jemaah haji (Calhaj) asal Kota Pekalongan pada musim haji Tahun 1447 Hijriyah/2026 Masehi mencatat keragaman usia yang cukup mencolok. Dari total 344 jemaah yang akan berangkat, terdapat jemaah termuda berusia 14 tahun dan jemaah tertua berusia 85 tahun. Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Pekalongan, R. Antono, menyampaikan bahwa hingga akhir 2025 jumlah daftar tunggu haji di Kota Pekalongan mencapai 8.950 orang, sementara kuota keberangkatan tahun ini hanya 344 jemaah.
Jemaah termuda tercatat atas nama Muhammad Rafi Aditya Praja, lahir di Pekalongan pada 21 Maret 2012 dan berdomisili di Buaran. Keikutsertaan Rafi menjadi sorotan karena menandai salah satu jemaah haji termuda yang berangkat dari Kota Pekalongan. Di sisi lain, jemaah tertua adalah Busoyri Tasbulah Tohir, berusia 85 tahun, warga Kelurahan Kuripan Kertoharjo. Antono menegaskan bahwa meski berusia lanjut, jemaah tetap akan mendapatkan pelayanan dan pendampingan sesuai ketentuan.
Dari sisi jenis kelamin, jemaah haji asal Pekalongan tahun 2026 didominasi oleh perempuan. Tercatat sebanyak 189 jemaah perempuan dan 154 jemaah laki-laki. Sementara itu, jika dilihat dari rentang usia, mayoritas jemaah berada pada kelompok usia produktif hingga pra-lansia. Rinciannya, kelompok usia 51–60 tahun menjadi yang terbanyak dengan 116 jemaah, disusul usia 41–50 tahun sebanyak 84 jemaah, serta usia 61–70 tahun sebanyak 83 jemaah.
Antono menilai bahwa komposisi usia ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat untuk menunaikan ibadah haji, terutama pada kelompok usia produktif dan pra-lansia. Ia berharap seluruh jemaah dapat mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari segi fisik, mental, maupun spiritual, sehingga perjalanan ibadah haji dapat berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi seluruh peserta. (Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4883 |
Hits Hari ini |
: | 2401 |
Pengunjung Online |
: | 1 |