
Memasuki awal Ramadan, Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Pekalongan mencatat adanya penurunan jumlah pendonor darah. Jika di hari-hari biasa jumlah pendonor mencapai 30–40 orang per hari, maka selama Ramadan hanya sekitar 20–30 orang yang datang. Kondisi ini menunjukkan penurunan sekitar 30–40 persen dibandingkan hari normal.
Penurunan jumlah pendonor ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat kebutuhan darah tetap tinggi untuk mendukung pelayanan kesehatan di rumah sakit. Ramadan sering kali membuat masyarakat lebih fokus pada ibadah dan aktivitas lain, sehingga kebiasaan mendonorkan darah sedikit terabaikan. Padahal, stok darah harus tetap terjaga agar tidak terjadi kekurangan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, UDD PMI Kota Pekalongan memberikan gift khusus bagi para pendonor selama Ramadan. Jika biasanya pendonor hanya mendapatkan paket snack, mulai 21 Februari hingga 7 Maret 2026 mereka juga akan menerima tambahan berupa minyak goreng dan susu kental manis kalengan. Program ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat agar tetap rutin mendonorkan darah meski sedang berpuasa.
Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela (P2D2S) UDD PMI Kota Pekalongan, Muhammad Fahmi, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi para pendonor. Ia berharap masyarakat tidak ragu untuk tetap mendonorkan darah di bulan Ramadan, karena selain bermanfaat bagi kesehatan, darah yang disumbangkan juga sangat berarti bagi pasien yang membutuhkan. (Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4831 |
Hits Hari ini |
: | 321 |
Pengunjung Online |
: | 1 |