
Tragedi tertempernya tiga remaja putri oleh kereta api di jalur perbatasan Stasiun Batang Pekalongan, pada Sabtu lalu, menjadi alarm serius bagi keselamatan warga.
Peristiwa yang bahkan menyebabkan satu korban terseret hingga wilayah Dekoro itu, mendorong pemerintah menguatkan imbauan agar masyarakat menjauhi area rel. Melalui Dinas Perhubungan masyarakat diminta tidak bermain, beraktivitas, maupun membuat konten di sekitar jalur dan perlintasan kereta api.
Kepada Radio Kota Batik, Kepala Dinas Perhubungan M. Restu Hidayat menyampaikan, keprihatinannya yang mendalam, sekaligus menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama.
Menurut Restu, frekuensi perjalanan kereta api di lintas tersebut, mencapai sekitar 96 perjalanan per hari dan dapat meningkat saat angkutan Lebaran.
Dengan sistem jalur ganda atau double track, kereta bisa melintas dari dua arah dalam jeda waktu singkat dan berkecepatan tinggi, termasuk kereta barang yang tidak berhenti di stasiun. Kondisi ini sangat berbahaya, terlebih hembusan angin dan getaran kereta dapat mengganggu keseimbangan orang yang berdiri terlalu dekat dengan rel.
Dishub juga mengingatkan orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, serta meminta pengguna jalan lebih disiplin mematuhi palang pintu dan sinyal perlintasan. Pemerintah berharap kesadaran bersama dapat mencegah tragedi serupa terulang kembali., (Adam – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4954 |
Hits Hari ini |
: | 211 |
Pengunjung Online |
: | 1 |