
Iklim usaha di Kota Pekalongan, menunjukkan geliat yang signifikan di awal tahun 2026. Dalam dua bulan pertama, hingga 25 Februari, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu setempat mencatat sebanyak 13.589 Nomor Induk Berusaha atau NIB telah diterbitkan.
Kepala DPMPTSP Kota Pekalongan, Ade Suangkat mengungkapkan, angka ini melonjak tajam dibanding periode yang sama tahun 2025, yang hanya mencapai 472 NIB. Artinya, terjadi kenaikan lebih dari dua kali lipat, bahkan selisihnya mencapai ratusan persen.
Jika ditelusuri berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, sektor perdagangan menjadi penyumbang terbesar, dengan 9.345 NIB, dengan didominasi usaha kuliner dan fashion.
Disusul sektor perindustrian sebanyak 6.268, sektor pariwisata 2.694 yang mencakup akomodasi, hotel, restoran hingga kos-kosan atau penginapan, serta sektor pekerjaan umum sebanyak 1.407.
Ade menegaskan, kemudahan perizinan menjadi salah satu faktor pendorong, Untuk mengajukan NIB, masyarakat cukup menyiapkan KTP dan alamat email saja, sedangkan Pendaftaran bisa dilakukan secara daring maupun datang langsung ke Mal Pelayanan Publikdi jalan R.Suprapto atau depan Lapapangan Mataram.
Lonjakan ini menjadi indikator kuat bahwa semangat, wirausaha di Kota Batik terus tumbuh, sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat, terhadap kemudahan layanan perizinan usaha., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4959 |
Hits Hari ini |
: | 2590 |
Pengunjung Online |
: | 1 |