Kirab Ritual dan Budaya Imlek 2026, di Tempat Ibadah Tri Dharma Klenteng Po An Thian Pekalongan, berlangsung khidmat sekaligus meriah. Menariknya, perayaan tahun ini digelar bertepatan dengan bulan Ramadan.
Rangkaian acara diawali doa bersama, Tak hanya memohon keselamatan dan kelancaran kirab, umat juga secara khusus mendoakan warga Muslim, yang tengah menjalankan ibadah puasa, agar diberi keberkahan. Pesan toleransi itu menguat sejak awal prosesi,
Ketua Yayasan Tridharma Po An Thian Pekalongan, Heru Wibawanto Nugroho menegaskan, kirab bukan sekadar ritual menetralisir energi negative, tetapi juga simbol persatuan dan daya tarik wisata daerah.
Tradisi yang rutin digelar setiap hari ke-14 bulan pertama Imlek ini, kembali menegaskan satu pesan kuat: di Pekalongan, perbedaan bukan sekat, melainkan kekuatan untuk menjaga harmoni dan kebangsaan.
Sebanyak 11 tandu atau joli diarak dalam kirab, terdiri dari sepuluh tandu Dewa-Dewi dan satu tandu pendupaan. Umat memanjatkan harapan agar tahun baru membawa kemakmuran serta menjauhkan Kota Pekalongan dari marabahaya.
Atraksi budaya turut menyemarakkan suasana, Enam barongsai dan satu naga tampil memukau, disusul cosplay tokoh Tionghoa, marching band, musik bamboo, hingga kesenian lokal seperti sintren, jaranan, jamang, dan bantengan. Ragam tradisi itu melebur dalam satu pawai, memperlihatkan akulturasi yang hidup di Kota Batik., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4808 |
Hits Hari ini |
: | 2669 |
Pengunjung Online |
: | 1 |