
Memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah, berdampak langsung pada perjalanan ibadah umrah. Menyikapi kondisi tersebut, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Pekalongan, mengimbau calon jemaah untuk menunda keberangkatan, hingga situasi keamanan dinyatakan kondusif.
Kepala Kantor Kemenhaj setempat, Rindiyantono menegaskan, langkah ini merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah demi keselamatan warga negara Indonesia. Pemerintah terus memantau perkembangan konflik, yang melibatkan sejumlah negara di kawasan tersebut dan berkoordinasi dengan berbagai pihak lainnya.
Berdasarkan data SISKOPATUH, tercatat 58 ribu 873 jemaah umrah Indonesia, yang saat ini masih berada di Arab Saudi, di tengah dinamika situasi, termasuk adanya penutupan sejumlah bandara dan penyesuaian jadwal penerbangan.
Pemerintah telah berkoordinasi dengan otoritas di Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah atau PPIU guna memastikan keamanan dan akomodasi jemaah tetap terpenuhi.
Rindiyantono menyeampaikan, sosialisasi kebijakan penundaan juga telah disampaikan melalui media sosial serta kepada PPIU di daerah. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, dan menunggu pengumuman resmi hingga perjalanan umrah dapat kembali berjalan normal.
Sementara itu Ilyas Sofwan dari Olayan Tour and Travel Pekalongan menjelaskan, seluruh penerbangan jemaah menggunakan rute langsung tanpa transit. Hari ini, sebanyak 37 jemaah Olayan dijadwalkan kembali dari Jeddah menuju Jakarta, dan dipastikan terbang sesuai jadwal.
Ilyas menambahkan, hingga saat ini belum ada pembatalan, ataupun penghentian penerbangan dari maskapai yang digunakan, yakni Saudia Airlines, Keberangkatan pada 7 Maret pun disebut tetap berjalan sesuai dengan rencana., (Adam - Inez - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4921 |
Hits Hari ini |
: | 696 |
Pengunjung Online |
: | 1 |