Dinas Kesehatan Kota Pekalongan mengimbau kepada masyarakat, untuk lebih jeli dalam mengenali ciri-ciri fisik jajanan takjil, yang diduga mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, serta pewarna tekstil. Pengetahuan ini menjadi penting, agar masyarakat dapat memilah makanan sehat, untuk dikonsumsi selama bulan suci Ramadhan.
Sanitarian Muda Dinkes Kota Pekalongan, Maysaroh menjelaskan, zat pengawet formalin seringkali ditemukan pada produk mie basah serta tahu, yang biasanya diolah menjadi tahu bacem.
Sementara untuk penggunaan boraks, masyarakat diminta waspada pada makanan dengan tekstur pengenyal yang tidak wajar, seperti pada bakso dan jajanan sempolan yang banyak beredar di pusat-pusat keramaian.
Maysaroh menambahkan, untuk jenis pewarna berbahaya seperti Rhodamin B dan Metanil Yellow, ciri khasnya adalah warna makanan yang tampak sangat mencolok namun tidak merata.
Maysaroh menyebut, meskipun sulit memastikan kandungan formalin secara langsung, warga dapat melakukan pengecekan mandiri dengan melihat daya tahan makanan tersebut. Jika mie basah atau tahu tidak menunjukkan perubahan tekstur maupun aroma meski telah disimpan selama 24 jam, maka patut dicurigai adanya kandungan zat pengawet berbahaya., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4952 |
Hits Hari ini |
: | 3565 |
Pengunjung Online |
: | 1 |