
Menyusul ditemukannya sejumlah sampel takjil, yang mengandung boraks dan pewarna tekstil, membuat Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, segera mengambil langkah tegas dengan melakukan penelusuran hingga ke tingkat produsen. Langkah ini diambil untuk memastikan zat berbahaya tersebut, tidak terus mencemari produk pangan yang beredar di masyarakat.
Sanitarian Muda Dinkes setempat , Maysaroh menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah atau JKPD Kota Pekalongan.
Tim yang melibatkan lintas sektor mulai dari Dinas Pertanian dan Pangan, DPMPTSP, Kejaksaan Negeri, Polres, hingga Satpol PP ini, akan melakukan sidak khusus ke lokasi produksi, yang menjadi sumber kulakan para pedagang eceran.
Maysaroh menyebut, pihaknya juga akan mengintensifkan edukasi mengenai bahan pengganti garam bleng, yang lebih aman bagi kesehatan. Dengan pengawasan yang ketat dari hulu hingga ke hilir, diharapkan angka peredaran pangan mengandung bahan kimia di Kota Pekalongan, dapat ditekan kembali hingga di bawah standar rata-rata nasional., (Anto Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4919 |
Hits Hari ini |
: | 74 |
Pengunjung Online |
: | 1 |