
Dinas Kesehatan Kota Pekalongan menyoroti masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam memprioritaskan pembangunan fasilitas sanitasi di rumah tinggal. Fenomena unik ditemukan di lapangan, di mana terdapat warga yang mampu membeli barang mewah seperti ponsel dan kendaraan, namun belum memiliki jamban sendiri yang memenuhi standar kesehatan.
Sanitarian Muda Dinas Kesehatan setempat, Maysaroh mengungkapkan, tantangan terbesar dalam mewujudkan Kota Pekalongan bebas Buang Air Besar Sembarangan atau BABS adalah mengubah pola pikir masyarakat.
Selain faktor keterbatasan lahan bagi warga di pinggir sungai, kurangnya kesadaran menganggap jamban sebagai kebutuhan primer menjadi penghambat utama terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinkes terus melakukan metode pemicuan agar muncul kesadaran kolektif bahwa limbah yang dibuang sembarangan akan mencemari sumber air yang dikonsumsi masyarakat itu sendiri.
Melalui pendekatan seperti ini, warga diajak untuk lebih peduli terhadap kesehatan jangka panjang, dibanding mengutamakan kebutuhan konsumtif semata., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4920 |
Hits Hari ini |
: | 1208 |
Pengunjung Online |
: | 1 |