
Setelah bertahun-tahun tidak bisa bercocok tanam akibat kendala lahan salin , para petani di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara, kini mulai memanen hasil jerih payah mereka melalui varietas padi biosalin.
Tercatat , sekitar 5 hektar lahan di Kelurahan Degayu serta 15 hektar di Kelurahan Krapyak , kini sudah memasuki masa panen dengan produktivitas yang cukup menjanjikan .
Penyuluh Pertanian Pekalongan Utara , Lazim Sofi menjelaskan , berdasarkan laporan awal para petani , hasil panen padi biosalin mencapai 6 hingga 7,5 ton per hektar.
Meski ada sebagian kecil lahan yang mengalami puso, antusiasme petani untuk menanam varietas ini sangat tinggi , mengingat kualitas rasa beras biosalin tidak jauh berbeda dengan beras pada umumnya yang tetap pulen dan enak saat dikonsumsi .
Pihak Dinas Pertanian beserta penyuluh pertanian dalam waktu dekat akan melakukan ubinan bersama BPS , untuk memastikan data produktivitas secara akurat.
Keberhasilan panen perdana ini diharapkan menjadi solusi permanen , bagi pemanfaatan lahan-lahan tidur di utara Pekalongan , yang selama ini terkendala oleh tingginya kadar garam atau salinitas ., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4808 |
Hits Hari ini |
: | 2670 |
Pengunjung Online |
: | 1 |