
Dinas Pertanian Kota Pekalongan beserta Penyuluh Pertanian lapangan , mengimbau para petani di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara untuk beralih menggunakan varietas padi biosalin , terutama saat memasuki musim kemarau mendatang .
Hal ini didasarkan pada keunggulan varietas biosalin, yang terbukti lebih tahan terhadap kadar garam tinggi , dibandingkan padi non biosalin yang seringkali gagal panen saat pasokan air tawar berkurang .
Penyuluh Pertanian Pekalongan Utara , Lazim Sofi mengungkapkan , selain tahan terhadap salinitas , budidaya padi biosalin juga didukung dengan penggunaan pupuk khusus bernama Tasnim , dengan tambahan urea dan NPK dalam jumlah yang sangat sedikit .
Menurut Lazim , dari sisi ekonomi , pemerintah juga telah menetapkan harga pembelian pemerintah atau HPP sebesar 6.500 rupiah per kilogram , yang menjamin keuntungan bagi para petani .
Lazim menambahkan, meski tingkat salinitas di musim penghujan saat ini, masih rendah di angka 2 hingga 5 ppt, penggunaan varitas biosalin tetap direkomendasikan sebagai langkah antisipasi .
Dengan perlakuan khusus dan dukungan pupuk yang tepat , padi biosalin diproyeksikan menjadi komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani di kawasan pesisir Pekalongan ., (Anto – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4918 |
Hits Hari ini |
: | 6001 |
Pengunjung Online |
: | 1 |