
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, memprediksi musim kemarau tahun 2026 di Jawa Tengah, akan datang lebih awal dengan kondisi yang cenderung, lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Klimatologi Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto mengatakan, sekitar 93 persen wilayah Jawa Tengah diperkirakan akan mengalami musim kemarau dengan karakter kering. Bahkan puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus mendatang.
Meski demikian, beberapa wilayah diperkirakan mengalami perbedaan waktu datangnya musim kemarau, Untuk wilayah yang diprediksi paling akhir memasuki musim kemarau antara lain Purbalingga, Banyumas, Tegal, Pemalang dan Kebumen.
Sementara di beberapa daerah lain, seperti Kota Pekalongan dan wilayah timur Kota Tegal musim kemarau justru diperkirakan sedikit mundur, jika dibandingkan wilayah lain di Jawa Tengah.
Menurut Goeroeh, dengan kondisi kemarau yang diproyeksikan lebih kering, dan berdurasi cukup panjang, untuk itu masyarakat diimbau mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini.
BMKG menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air, secara bijak serta penyesuaian pola tanam di sektor pertanian. Langkah ini diperlukan untuk mengurangi risiko kekeringan, sekaligus mencegah potensi kebakaran hutan, dan lahan saat puncak musim kemarau nanti., (Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4919 |
Hits Hari ini |
: | 889 |
Pengunjung Online |
: | 1 |