
Pemerintah Kota Pekalongan mendorong keterlibatan generasi muda dalam membedah sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan lingkungan yang melanda Kota Batik. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid dalam Talkshow Ekologi bertajuk 'Kober Ngurusi', yang digelar di Aula Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan pada Jumat malam, 13 Maret 2026. Acara ini menjadi wadah penting untuk menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat peran anak muda dalam menjaga keberlanjutan kota.
Talkshow bertema 'Mendengarkan Lingkungan' tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Kobar dengan dukungan NGO Kemitraan, serta menghadirkan sejumlah pemuka agama dan budayawan. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan bahwa isu lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga menjadi perhatian bersama lintas sektor. Diskusi berlangsung hangat dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, komunitas, dan pemerintah.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota menilai bahwa diskusi bersama anak muda sangat penting untuk memberikan pemahaman mengenai kondisi riil penanganan sampah serta mitigasi bencana yang saat ini tengah dilakukan pemerintah kota. Ia menegaskan bahwa perbaikan lingkungan merupakan sebuah proses panjang yang membutuhkan sinergi dari seluruh lapisan masyarakat dan tidak bisa dilakukan secara instan. Dengan keterlibatan generasi muda, diharapkan muncul gagasan segar yang dapat mempercepat langkah perbaikan.
Wali Kota juga berharap agar diskusi edukatif semacam ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja, melainkan terus berlanjut dengan tema-tema berbeda. Menurutnya, keberlanjutan forum semacam ini akan menciptakan progres nyata dalam upaya menjaga lingkungan di masa depan. Dengan semangat kebersamaan, Pekalongan diharapkan mampu menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan berdaya tahan terhadap tantangan ekologis. (Anto - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4815 |
Hits Hari ini |
: | 567 |
Pengunjung Online |
: | 1 |