
Persoalan sampah kembali mencuat sebagai isu paling krusial dalam diskusi ekologi yang digelar di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, Jumat (13/3/2026). Acara ini menghadirkan para budayawan dan tokoh agama setempat untuk bersama-sama mencari solusi atas permasalahan lingkungan yang semakin mendesak. Kepala DLH Kota Pekalongan, Joko Purnomo, menegaskan bahwa hampir 90% Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di seluruh Indonesia sudah habis masa teknisnya, sehingga diperlukan langkah nyata dari hulu hingga hilir.
Dalam paparannya, Joko menekankan pentingnya edukasi masyarakat untuk memilah sampah langsung dari rumah. Ia menegaskan bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan di lahan kosong maupun jalanan harus segera dihentikan. Menurutnya, langkah sederhana ini dapat mengurangi beban TPA sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan. Partisipasi aktif warga menjadi kunci agar kebersihan wilayah tetap terjaga.
Selain itu, kolaborasi lintas tokoh budaya dan agama dinilai mampu memperkuat pesan moral tentang pentingnya menjaga kebersihan. Dengan pendekatan yang lebih humanis, diharapkan masyarakat lebih mudah menerima ajakan untuk mengurangi sampah liar. Diskusi ini juga menyoroti perlunya inovasi pengelolaan sampah berbasis komunitas agar solusi yang dihasilkan benar-benar berkelanjutan.
Joko berharap kesadaran kolektif masyarakat dapat segera terbangun. Dengan tidak adanya tumpukan sampah di tempat yang tidak semestinya, risiko penyakit akibat pencemaran lingkungan bisa ditekan secara signifikan. Ia menutup diskusi dengan ajakan agar semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, bergandeng tangan menjaga Kota Pekalongan tetap bersih dan sehat. (Anto - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4806 |
Hits Hari ini |
: | 76 |
Pengunjung Online |
: | 1 |