
Museum Batik Pekalongan berkolaborasi dengan Lajnah Turats menghadirkan pameran tematik bertajuk Spirit Islam dalam Batik di Pesisir Nusantara. Pameran ini mengangkat filosofi mendalam bahwa batik bukan sekadar wastra, melainkan media dakwah dan rekaman peradaban yang erat kaitannya dengan tradisi pesantren di Pekalongan .
Kepala Museum Batik Pekalongan , Nurhayati Sinaga menjelaskan , dalam tradisi lokal dikenal istilah batik adalah kitab dan kitab adalah batik , karena para pembatik zaman dulu seringkali memasukkan pesan spiritual ke dalam motifnya.
Melalui kolaborasi ini , pengunjung tidak hanya melihat koleksi batik motif Jlamprang atau Buketan , tetapi juga artefak berupa kitab-kitab kuno dan Al-Quran tulis tangan dari tahun 1700-an sebagai bukti sejarah panjang keislaman di Pekalongan .
Nurhayati Sinaga berharap pameran ini dapat membangkitkan memori kolektif generasi muda , agar tidak lupa akan kedalaman sejarah lokal di tengah gempuran era digital. Pameran tematik ini direncanakan berlangsung hingga April mendatang, sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari jadi Kota Pekalongan yang jatuh pada tanggal satu April ., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4923 |
Hits Hari ini |
: | 1783 |
Pengunjung Online |
: | 1 |