
Tradisi Lopis Raksasa di Krapyak Kidul , Pekalongan Utara , tahun ini kembali mencuri perhatian, Bukan hanya karena bentuknya yang unik, tetapi juga ukurannya yang terus membesar dari tahun ke tahun.
Pada 2026 ini, lopis yang menjadi ikon Syawalan tersebut, hadir dengan diameter lebih lebar dan tinggi mencapai lebih dari dua meter. Tak tanggung-tanggung , bahan ketan yang digunakan pun menembus angka 535 kilogram atau lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.
Kepada Radio Kota Batik, Ketua Koordinator Lapangan pembuatan Lopis di Mushola Darun Naim , Ahmad Zaky mengakatan, berat total berat lopis bahkan diperkirakan mencapai lebih dari dua ton.
Namun di balik kemegahannya, panitia juga menghadapi tantangan. Keterbatasan peralatan seperti kren menjadi perhatian, mengingat beban lopis yang semakin berat dan membutuhkan penanganan ekstra.
Meski begitu, semangat warga tak surut, Sekitar 60 remaja mushola bersama masyarakat sekitar bahu-membahu dalam proses pembuatan. Bagi warga Krapyak dan sekitarnya , lopis raksasa bukan sekadar makanan, tetapi simbol kebersamaan , yang harus terus dijaga, bahkan ketika ukurannya kian membesar dari waktu ke waktu.. (Adam – Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4917 |
Hits Hari ini |
: | 1737 |
Pengunjung Online |
: | 1 |