
Sehelai kain batik bukan sekadar produk sandang , melainkan arsip peradaban yang merekam nilai-spiritualitas pembuatnya . Hal ini dibuktikan melalui pameran tematik Spirit Islam , yang menonjolkan motif-motif bernapaskan religi seperti Batik Besurek dan Batik Rifaiyah .
Kepala Museum Batik Pekalongan , Nurhayati Sinaga menyampaikan , batik-batik tersebut memiliki keunikan karena memasukkan unsur kaligrafi serta menghindari penggambaran makhluk hidup secara nyata .
Di Kota Pekalongan sendiri , motif Jlamprang menjadi contoh kuat bagaimana sebuah karya seni dipercaya memiliki kedalaman spiritual , bahkan digunakan sejak lama dalam berbagai upacara tradisi masyarakat Pesisir Utara Jawa .
Nurhayati menambahkan , melalui pameran kolaborasi bersama Lajnah Turats , yang digelar sampai 1 April 2026 ini , pihak museum ingin menunjukkan bahwa goresan canting pada masa itu adalah cara pembatik menuliskan pesan kepada generasi mendatang .
Dengan memahami makna di balik motif-motif religi tersebut , diharapkan kebanggaan masyarakat terhadap batik sebagai warisan dunia bukan hanya pada aspek fisik , melainkan juga pada kekayaan filosofi yang terkandung di dalamnya ., (Anto - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4923 |
Hits Hari ini |
: | 1916 |
Pengunjung Online |
: | 1 |