
Di tengah kemeriahan libur Lebaran , warga Kota Pekalongan kembali menyiapkan satu tradisi yang tak sekadar meriah , tetapi juga sarat makna kebersamaan .
Tradisi Lopis Raksasa di kawasan Sembawan Krapyak Kidul , kembali digelar dalam Pekan Syawalan 2026 , mulai 26 hingga 28 Maret , menghadirkan rangkaian kegiatan yang menyatukan warga dalam suasana penuh keakraban .
Tak hanya menjadi tontonan , proses pembuatan lopis justru menjadi cerita utama , yang dikerjakan bersama-sama , selama tiga hari penuh tanpa henti .
Humas Pekan Syawalan , Iwan Kurniawan mengatakan , pembuatan lopis dimulai sejak H plus dua Lebaran , berlangsung selama tiga kali 24 jam , mulai dari pagi hingga malam . termasuk proses pembalikan dan pengentasan , yang menjadi tahapan paling krusial . Di balik proses panjang itu , tersimpan nilai gotong royong , yang menjadi ruh dari tradisi ini .
Sementara itu , suasana Syawalan semakin semarak , dengan berbagai kegiatan , mulai dari bazar UMKM , jalan sehat , hingga hiburan musik . Dengan puncak acara akan digelar pada 28 Maret, dengan rangkaian banjari samrohan , pertunjukan tari , arak-arakan gunung lopis , hingga prosesi pemotongan lopis raksasa .
Tradisi ini pun tak hanya menjadi daya tarik wisata , tetapi juga menjadi pengikat silaturahmi , yang terus dijaga dari generasi ke generasi . Melalui Pekan Syawalan , masyarakat diajak untuk kembali merayakan kebersamaan, dalam balutan budaya lokal yang tetap hidup dan lestari ., (Adam - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4919 |
Hits Hari ini |
: | 1450 |
Pengunjung Online |
: | 1 |