
Libur Lebaran 2026 menghadirkan tren baru dalam berwisata , bukan sekadar membeli oleh-oleh , tetapi menciptakan kenangan dari Kota Batik yang bisa dibawa pulang .
Hal ini terlihat di Museum Batik Pekalongan , di mana para pengunjung justru rela antre , bukan untuk berbelanja , melainkan untuk membuat batik mereka sendiri .
Di tengah ramainya kunjungan , workshop membatik menjadi magnet utama , mengalahkan daya tarik ruang pamer . Wisatawan tampak antusias mencoba langsung proses membatik , mulai dari teknik tulis hingga cap .
Menariknya , pengalaman ini bisa dinikmati dengan harga yang sangat terjangkau , cukup 7 ribu rupiah untuk dewasa , dan 3 ribu rupiah untuk anak-anak . Pengunjung sudah bisa mengakses seluruh fasilitas , termasuk membawa pulang hasil karya mereka sendiri .
Kepala Museum Batik Pekalongan , Nurhayati Sinaga menyebutkan , banyak pengunjung yang merasa bangga dengan hasil batiknya sendiri . Bahkan , tidak sedikit yang berencana membingkai karya tersebut , sebagai kenang-kenangan dari pengalaman yang berkesan .
Fenomena ini menunjukkan , wisata kini tak lagi sekadar melihat , tetapi juga merasakan dan menciptakan . Workshop membatik di Museum Batik Pekalongan pun menjadi bukti , bahwa pengalaman sederhana bisa meninggalkan kesan mendalam .
Terlebih , program ini juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya , yang telah mendapat pengakuan internasional , termasuk dari UNESCO . Dengan konsep ini , Museum Batik Pekalongan berhasil, menghadirkan wisata yang tak hanya terjangkau , tetapi juga bermakna ., (Opix - Dirhamsyah)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4794 |
Hits Hari ini |
: | 2253 |
Pengunjung Online |
: | 1 |