
Langit Kota Pekalongan kini semakin aman dari ancaman balon udara liar. Kabar baik ini datang bersamaan dengan semarak Pekalongan Balloon Festival 2026 yang digelar di Stadion Hoegeng pada Sabtu, 28 Maret 2026. Festival balon tambat yang penuh warna dan kreativitas masyarakat menjadi wadah aman untuk menyalurkan tradisi menerbangkan balon udara, sekaligus mengurangi risiko bahaya di udara.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menyampaikan bahwa meski masih ditemukan 22 balon liar selama periode Lebaran, jumlah tersebut menunjukkan tren penurunan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia menilai festival balon tambat terbukti efektif dalam menekan penerbangan balon liar yang berbahaya. “Dengan adanya festival resmi, masyarakat tetap bisa melestarikan tradisi tanpa mengorbankan keselamatan,” ujarnya.
Menurutnya, balon liar yang kerap disertai petasan bukan hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga membahayakan jalur penerbangan pesawat. Pemerintah pun terus mengimbau masyarakat agar menyalurkan tradisi tersebut melalui jalur resmi yang lebih aman dan terkontrol. Dengan begitu, semarak budaya tetap terjaga, namun risiko kecelakaan dapat diminimalisir.
Sementara itu, Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Standarisasi AirNav Indonesia, Capt. FX. Nurcahyo Utomo, menyebut laporan balon liar dari pilot turun dari 51 menjadi 22 laporan pada periode yang sama. Penurunan ini dinilai sebagai bukti meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menerbangkan balon secara aman dengan sistem tambat. Ia berharap tren positif ini terus berlanjut sehingga langit Pekalongan benar-benar bebas dari balon liar yang berbahaya. (Adam - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4857 |
Hits Hari ini |
: | 6918 |
Pengunjung Online |
: | 1 |