
Libur Lebaran tahun 2026 dimanfaatkan masyarakat dari berbagai daerah untuk berwisata sekaligus menambah wawasan budaya di Museum Batik Pekalongan. Destinasi wisata edukasi ini terpantau ramai dipadati pengunjung, mulai dari warga lokal hingga wisatawan asal Sumatera dan Bekasi. Mereka datang dengan antusias untuk mengenal lebih dekat kekayaan batik pesisir Nusantara yang menjadi warisan budaya dunia.
Salah satu pengunjung asal Batang, Rizki, mengaku sengaja mengajak rekannya dari Sumatera untuk melihat langsung pameran tematik bernuansa Islam yang tengah berlangsung. Menurutnya, kesempatan ini menjadi momen tepat untuk memperkenalkan batik sebagai identitas budaya sekaligus mempererat persahabatan lintas daerah. Pameran tersebut menampilkan ragam motif batik dengan sentuhan nilai religius yang menambah daya tarik bagi pengunjung.
Selain menikmati koleksi kain batik, para pengunjung juga antusias mengikuti praktik membatik menggunakan canting dan cap. Aktivitas ini memberikan pengalaman langsung dalam memahami proses pembuatan batik, mulai dari menggambar pola hingga pewarnaan. Dengan cara ini, museum tidak hanya menjadi tempat melihat koleksi, tetapi juga ruang belajar interaktif yang memperkaya pengetahuan budaya masyarakat.
Antusiasme serupa diungkapkan Umi, pengunjung asal Bekasi, yang merasa terkesan dengan konsep museum yang interaktif dan ramah untuk semua kalangan. Ia menilai pameran yang terus diperbarui membuat Museum Batik Pekalongan selalu relevan dan menarik untuk dikunjungi. Tak heran, destinasi ini menjadi pilihan favorit para pemudik untuk mengisi waktu liburan dengan aktivitas yang edukatif, menyenangkan, dan sarat nilai sejarah. (Anto - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4802 |
Hits Hari ini |
: | 3530 |
Pengunjung Online |
: | 1 |