
Museum Batik Pekalongan resmi meluncurkan sistem literasi dan layanan informasi berbasis digital melalui dukungan perangkat tablet dari AirNav Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya modernisasi museum agar pengunjung dapat mengakses informasi koleksi secara mandiri. Dengan adanya fasilitas digital, pengalaman edukasi di museum diharapkan semakin interaktif dan mudah dijangkau oleh berbagai kalangan.
Kepala Museum Batik Pekalongan, Nurhayati Sinaga, menyampaikan rasa terima kasih atas realisasi bantuan yang sebelumnya hanya dianggap sebagai wacana ringan. Menurutnya, sistem digital ini memastikan fungsi edukasi tetap berjalan maksimal meskipun tanpa pendampingan langsung dari edukator. Seluruh informasi mengenai ruang pamer dan sejarah batik kini telah terintegrasi dalam perangkat yang tersedia bagi pengunjung.
Bantuan ini juga diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk mengenal batik dengan cara yang lebih modern. Melalui teknologi, museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga pusat pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Generasi muda dapat mempelajari batik secara mandiri, sekaligus merasakan pengalaman baru dalam memahami warisan budaya.
Pihak museum berkomitmen untuk memaksimalkan penggunaan teknologi ini agar kekayaan sejarah batik Pekalongan dapat tersampaikan secara luas. Dengan dukungan digitalisasi, informasi mengenai batik tidak hanya menjangkau wisatawan domestik, tetapi juga mancanegara. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan demi menjaga dan memperkenalkan batik sebagai identitas budaya bangsa. (Anto - Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4918 |
Hits Hari ini |
: | 1116 |
Pengunjung Online |
: | 1 |