
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Tegal, Ida Sartika Nuraini, menyampaikan bahwa sejak akhir Maret hingga April 2026 wilayah Jawa Tengah mulai memasuki masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Pada periode ini, kondisi cuaca cenderung tidak menentu dan sering berubah dalam waktu singkat.
Ida mencontohkan, pada pagi hari udara terasa terik, namun menjelang sore atau malam bisa turun hujan lebat bahkan disertai petir. Menurutnya, fenomena ini merupakan hal yang normal terjadi saat peralihan musim. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, terutama bagi nelayan dan warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Lebih lanjut, Ida menjelaskan bahwa awal musim kemarau di wilayah eks Karesidenan Pekalongan atau daerah pesisir diperkirakan mulai berlangsung pada Mei 2026. Sementara itu, wilayah selatan Jawa Tengah yang didominasi daerah pegunungan baru akan memasuki musim kemarau sekitar Juni 2026.
Dengan adanya informasi ini, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan kegiatan sehari-hari, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun aktivitas lainnya. Kesiapan menghadapi perubahan cuaca akan membantu meminimalkan risiko dan mendukung kelancaran aktivitas warga di berbagai wilayah Jawa Tengah. (Ozy)







Pengunjung Hari ini |
: | 1 |
Total Pengunjung |
: | 4812 |
Hits Hari ini |
: | 2008 |
Pengunjung Online |
: | 1 |